Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Friday, August 23, 2019

Pengalaman Membuat Visa Korea Selatan (2019!)


Halo semua..!

Ini kali pertamaku membuat visa Korea Selatan. Kali ini aku membuat visa dengan bantuan agen karena nggak sempat buat ke Jakarta. Selain menghemat tenaga dan waktu (nggak perlu capek-capek ke Jakarta hehe), juga karena biaya visa dengan agen kurang lebih sama jika ditambah biaya PP + bekal ke Jakarta. Aku mempercayakan untuk memproses visa dengan agen yaitu Nusantaratour Jogja yang berlamat di Jalan Urip Sumoharjo. Setelah baca-baca reviewnya, katanya sih bagus, jadi aku pilih agen itu.

Setelah aku membaca persyaratan visa berdasarkan tujuan kunjungan, aku berniat untuk membuat visa D-2-8 (Visa Belajar Jangka Pendek) karena aku berencana untuk stay selama 1 bulanan. 
Kenapa nggak apply visa turis? Takutnya cuma dapet masa tinggal 30 hari, khawatir terlalu mepet kalau ada apa-apa (jangan sampe sih), jadi harapannya bisa dapet masa tinggal >30 hari buat jaga-jaga, karena memang berencana buat stay lebih dari 30 hari tapi nggak sampai 2 bulan.
Syarat-syarat yang dilist agen:
(di bawah ini tidak semua yang dilist agen aku cantumkan, hanya yang yang aku kumpulkan saja)
  1. Formulir permohonan visa.
  2. Paspor masih berlaku minimal 8 bulan (baru & lama).
  3. Surat sponsor/keterangan bekerja dari perusahaan tempat bekerja dalam Bahasa Inggris. Karena aku masih kuliah, jadi aku minta surat dari fakultas yang menyatakan aku mahasiswa yang terdaftar dan masih aktif kuliah. Di situ tertera namaku, nomor mahasiswa, jurusan, program yang diambil (aku program profesi, kalo S1 ya ditulis S1, S2 ya S2), tahun masuk, tanda tangan pihak dekanat serta cap.
  4. Surat undangan (jika yang mengundang adalah instansi/perusahaan mohon melampirkan SIUP perusahaan pengundang, ID & name take perusahaan pengundang, company profile). Waktu itu aku melampirkan surat undangan dalam Bahasa Inggris. Aku meminta Fotocopy Kartu Registrasi Bisnis Universitas Pengundang atau SIUP kepada pengundang, kemudian aku diberi sesuatu dalam Bahasa Korea, aku nggak tau artinya, jadi mungkin itu mestinya semacam berkas yang dimaksud di persyaratan. Hanya 2 berkas itu aja yang aku sertakan dari pihak pengundang, dan itu bukan berkas asli, karena aku hanya dikirimin softfilenya aja, jadi aku print sendiri. Waktu itu sempet was-was karena bukan berkas asli, takut ditolak, tapi ternyata visaku tetap keluar. 
  5. Referensi Bank asli sesuai dengan bukti keuangan. Surat ini aku minta di Bank, berbeda dengan rekening koran. Surat dibuat dalam Bahasa Inggris. Waktu itu di Bank BRI, biaya pembuatan surat referensi bank sebesar Rp 150.000.
  6. Rekening koran 3 bulan terakhir. Aku menggunakan rekening orang tua.
  7. Fotokopi KTP, kartu keluarga, akta kelahiran.
  8. Scan kartu pelajar. Aku lampirkan fotokopi berwarna.
  9. Foto terbaru berukuran 3,5 x 4,5 cm, background putih, cetakan studio. Waktu itu aku melampirkan 2 foto, ternyata yang dipakai hanya 1 foto, satunya dikembalikan saat visaku sudah jadi.
  10. Surat sponsor. Oleh karena aku dibiayai orang tua dan satu pihak sponsor, aku melampirkan keduanya. Surat yang dari pihak sponsor pun bukan asli, tetapi aku print sendiri. Untuk surat dari orang tua (asli), diberi materai Rp 6.000.
Selain itu, semenjak tanggal 27 Mei 2019, KVAC (Korea Visa Application Center) mensyaratkan dokumen berikut:
1. Dokumen keuangan yang dilampirkan minimal 2 dari pilihan berikut.

a.       Rekening koran 3 bulan terakhir (tidak diperbolehkan fotokopi buku tabungan)
b.       Slip gaji 3 bulan terakhir
c.       SPT 1721 A1/A2 atau SPT 1720
d.       Penggunaan kartu kredit selama 3 bulan terakhir
e.       Surat bukti kepemilikan kendaraan atau rumah
f.        Surat bukti kepemilikan aset berharga
2. Khusus pengajuan visa multiple tidak perlu melampirkan dokumen keuangan.
Waktu itu aku melampirkan berkas di poin 1.a dan f.

Aku tidak mengumpulkan:
  • Certificate of Health (TB) dari RS yang ditunjuk Kedutaan Korea. Ini untuk student visa yang masa tinggalnya lebih dari 91 hari.
  • Bookingan reservasi tiket dan konfirmasi penginapan.

Proses pengajuan visa melalui agen itu berlangsung lancar, staff sangat membantu. Harga visa melalui agen tersebut Rp 995.000. Aku memasukkan ke agen pada Jumat, 2 Agustus, lalu pada Kamis, 16 Agustus pasporku sudah bisa diambil di agen. Aku mendapat visa dengan masa tinggal 60 hari. Alhamdulillah. Ternyata pada visa tertera tipe C-3-1 yang berarti termasuk visa kunjungan sementara biasa. Doakan ya teman-teman, semoga aku diberi kelancaran di perjalanan ke Korea nanti.. Aamiin..


Monday, July 9, 2018

Pengalaman Membuat Visa Jepang dengan Mudah (Juli 2018)

Selasa, 3 juli 2018.


Kali ini aku membuat visa untuk short program yang dimulai pada 4 Agustus 2018. Pembuatan visaku dilakukan mandiri (alias tanpa agen) di JVAC atau Japan Visa Application Center yang beralamat di 4F-33 Unit, 4th Floor, Lotte Shopping Avenue (Ciputra World 1), Jalan Prof. Dr. Satrio Kav 3&5 Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta. Cek di website yaa untuk mengetahui wilayah yurisdiksi sebelum membuat visa.

Sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html (20 september 2018)
Setelah bertanya dengan pihak JVAC via email, aku memutuskan untuk membuat jenis Visa Kunjungan Bisnis Sementara. Aku buat visa ini bersama 1 orang temanku yang sama-sama akan mengikuti short program. Kenapa bukan visa turis? Karena kami sudah mendapat dokumen pendukung asli yang dikirimkan langsung dari pihak penyelenggara (pihak Jepang) seperti invitation letter, letter of guarantee. Sehingga aku nggak perlu menyerahkan rekening koran (yang sebenarnya juga aku bawa, rekening koran 3 bulan terakhir).


Dokumen yang diperlukan bisa dilihat di sini (kotak yang diarsir hitam artinya tidak diperlukan).



Sebaiknya buat temu janji sebelum datang untuk memudahkan kita (karena di sana tertulis bahwa diprioritaskan untuk yang buat temu janji dahulu). Buat user baru dulu yaa…



Aku memilih jam temu janji pada pukul 9.30. Tiap-tiap pilihan waktu berjeda 10 menit. Jam yang paling awal 9.10, 9.20, 9.30, 9.40, dst sampai jam 16.00 lebih kalau nggak salah (kayaknya sampai hampir jam 5 sore). Jadi bebas deh bisa pilih pagi, siang, atau sore. Pada pembuatan 1 temu janji bisa memuat applicant list hingga 5 orang.


Aku pilih jam itu karena biar nggak terlalu pagi. Dalam surat temu janji (otomatis masuk ke email setelah konfirmasi) diberitahukan untuk datang 15 menit sebelum jam janjian. Saat itu aku hampir terjebak macet (sebenernya aku yang salah karena baru cuss dari rumah di Jakarta Pusat jam 8.30. Tibalah di depan Lotte Avenue jam 9.15 lalu buru-buru lari ke lantai 4, sampai di depan JVAC jam 9.20 lebih.


Saat itu aku datang bersama adikku karena di website tertera bahwa tidak boleh membawa tas dsb dan tidak disediakan tempat penitipan barang, sehingga untuk berjaga2 misalkan sampai sana memang nggak boleh membawa barang-barang tersebut, akan kutitipkan ke adikku. Ternyata saat mau masuk, satpam mengecek isi tasku (tote bag) dan tas temanku (tas punggung ukuran medium) dan kami diperbolehkan masuk dengan membawa tas tersebut.


Kemudian kami menuju ibu2 satpam untuk konfirmasi kehadiran kami, dan satpam tersebut menceklist nama kami yang tertera di daftar temu janji. Kami dipersilakan masuk dan diberi nomor antrian. Sebelum masuk diberi tahu untuk hp disilent, tidak mengambil foto, mengangkat telepon, namun diperbolehkan chatting.

Kami masuk sekitar jam 9.30 dan selesai jam 9.50. Cukup cepat bukan?


Saat di loket, aku menyerahkan berkas2 yang sudah kuurutkan. Hampir tiap berkas aku serahkan “dobel” untuk berjaga-jaga karena aku nggak tau berkas mana yang seharusnya diserahkan.

Misalnya untuk invitation letter ada 3 jenis yang kudapat (berkas asli yang dikirim dari pihak Jepang) yaitu 1. berbahasa Inggris, 2. berbahasa Jepang, dan 3. invitation letter yang sesuai format di http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/pdf/Invitation-Letter-JP.PDF . Pada awalnya aku mengira bahwa invitation letter itu harus sesuai format yang di web, ternyata kalo nggak, ngga apa2. Waktu itu sih aku serahkan semua invitation letternya.


Hampir tiap berkas juga aku fotokopi masing-masing 1 copy. Ternyata staffnya hanya mengambil yang asli. Kami berdua hanya mendapat 1 lembar ASLI per berkas, sehingga untuk temanku, dia menyerahkan berkas fotokopian (ini untuk kasus kalo applicant lebih dari 1 orang yaa, berkas yang asli 1 aja ngga apa2).


Berkas ASLI dari Jepang yang diperlukan dalam aplikasi visa kami:

  • Invitation letter (ada nama kami berdua)
  • Letter of guarantee (hanya namaku)
  • Applicant list (ada nama kami berdua), untuk ini tidak ada di list syarat visa, namun aku serahkan saja dan staffnya juga meminta ini, karena di letter of guarantee hanya ada 1 nama.
  • Employment certificate (berbahasa Jepang) dari pihak Jepang. Untuk ini sebenarnya juga tidak ada di syarat visa, dan aku tunjukkan ke staffnya, dan dia bilang kalo ini “profil kampus” (mungkin sebagai pengganti “company profile”, dan aku serahkan saja). Dari pihak aku sendiri juga menyerahkan “employment certificate” namun karena aku masih kuliah, aku menyerahkan surat keterangan belajar dari kampus (berbahasa Inggris).

Sedangkan berkas ASLI yang aku siapkan:

  • Visa application form
  • Itinerary (diketik boleh, punyaku waktu itu tulis tangan, dan diberi tanda tangan)
  • Surat keterangan mahasiswa S1 aktif (berbahasa Inggris). Kami meminta kampus untuk membuatnya dalam bahasa inggris. Untuk surat ini HARUS ada kata “undergraduate/S1” yaa (Untuk mahasiswa S1 bisa gratis!) Kalo nggak, nanti nggak bisa gratis. Suratku dan temanku berbeda karena kami beda fakultas dan punya dia nggak ada kata “undergraduate”. Jadilah dia membayar biaya single entry visa 360rb. Masing-masing dari kami tetap membayar biaya jasa pembuatan visa sebesar 165rb. Aku juga menyerahkan fotokopi kartu mahasiswa.
  • Employment certificate, karena kami masih kuliah, saat kami bertanya melalui email, staff mengatakan bahwa bisa diganti dengan surat keterangan belajar. Aku meminta kampus untuk membuatkan surat ini (certificate of study) berbahasa Inggris.

Setelah pengecekan semua berkas selesai, kami diberi nomor antrian yang tadi kembali untuk mengantri membayar di loket kasir. Katanya sih mulai saat itu (saat kami datang) udah bisa pake kartu debit, jadi bisa nggak pakai uang cash.

Struk pembayaran diserahkan ke kami untuk mengambil paspor (5 hari kerja). Aku datang pada hari Selasa, sehingga paspor bisa kuambil Senin depan.


Tadaaaa visa sudah di tangan~